Soko G-4 Super Galeb (Super Seagull)
Pesawat Soko Galeb di beli dalam rangka projek N250. Soko Galeb hanyalah chaser N250.
Soko Galeb ini dibeli saat kepemimpinan Pak Habibie (malah gosipnya
dapet hibah), dulu hampir setiap sabtu-minggu pagi pasti terbang
aerobatik di atas Runway (untuk orang Sukaraja pasti mengetahui
aerobatiknya) dipilotin oleh Alm. Capt. Erwin, dan semenjak kepergian
beliau, Soko Galebnya sudah jarang terbang lagi,
selain ini dulu ada juga Yak-52 (kalo tidak salah) sering dipake
aerobatik tapi sekarang sudah dijual ke Australia setelah mengalami
"belly landed" hingga mematahkan Wooden Propellernya.
1 pesawat ini
sebagai Chaser, ketika N250 sedang Test Flight,(yang mengikuti/mengejar
N250 bisa dari segala sisi sesuai script/scenario flight test task card)
2 pesawat ini adalah juga digunakan sebagai ALAT UJI TAK LANGSUNG, mau
menguji extrim maneuver yg belum bisa/tidak bole langsung di kerjakan
oleh N250
sebelum dituangkan dalam script/task card,....yg nanti applied/subject to N250 test item performance.
moncong yg didepan/menjorok ke depan itu adalah test probe, yang biasa
dipasang PITOT TUBE dan ANGLE ATTACK DEVICE, gunanya untuk :
a) inflight calibration subject comparing to N250
b) menguji berbagai type Pitot and other speed sensor and angle sensor
pada berbagai/berbeda requirement parameter/kurva/environment
(pokoknya intinya menguji atau sekaligus kalibrasi dari pada AIR DATA Item/Parameter).
Flight Test Division itu dibagi 4 section, dua diantaranya adalah 1 Calibration dan 2 Telemetry.
Jika materi uji tidak sedang dilakukan simulasi di "prototype", maka
bisa saja "handling quality and simulation" itu dilakukan dipesawat
lain.
Intinnya, kalau hanya mau menguji minor subject, kenapa harus menggunakan pesawat prototype yg sangat mahal itu.
The point is,"cost effective", and of course, "minimum risk".
Jika Soko Galeb harganya lebih murah dari "The Number One N250", and
it's has an ejection seat, jadi bila ada apa-apa maka pilot bisa
bail-out, dan kita tidak kehilangan pesawat berharga.
Selain sebagai Chaser nya N-250, Soko Galeb juga pernah mencetak pilot juga
Berhubung projeknya N 250 sudah berhenti maka tugas si Soko Galeb juga
berhenti. dan sekarang masih bersanding di dalam hanggar bersama PK-XNG.
Sejalan dengan perkembangan, setelah proyek N250 diputuskan untuk di
STOP oleh IMF (saat itu), maka semua rencana dari IPTN menjadi kacau
termasuk penghentian pembelian spare part Soko Galeb, karena N250
menjadi queen of hangar.
Yang Fun Fact Dari Pesawat Ini adalah :
1.Tidak Berpresurasi
2.A Diffrent Side Beetwen Western And Eastern Mixed To One CMIIW
Eastern The Alttitude
Western The Airspeed
3.Dan juga satu satunya pengguna pesawat militer diluar militer yaitu Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar