Kamis, 26 April 2012

Soko G-4 Super Galeb (Super Seagull)

Pesawat Soko Galeb di beli dalam rangka projek N250. Soko Galeb hanyalah chaser N250.
Soko Galeb ini dibeli saat kepemimpinan Pak Habibie (malah gosipnya dapet hibah), dulu hampir setiap sabtu-minggu pagi pasti terbang aerobatik di atas Runway (untuk orang Sukaraja pasti mengetahui aerobatiknya) dipilotin oleh Alm. Capt. Erwin, dan semenjak kepergian beliau, Soko Galebnya sudah jarang terbang lagi, selain ini dulu ada juga Yak-52 (kalo tidak salah) sering dipake aerobatik tapi sekarang sudah dijual ke Australia setelah mengalami "belly landed" hingga mematahkan Wooden Propellernya.
1 pesawat ini sebagai Chaser, ketika N250 sedang Test Flight,(yang mengikuti/mengejar N250 bisa dari segala sisi sesuai script/scenario flight test task card)
2 pesawat ini adalah juga digunakan sebagai ALAT UJI TAK LANGSUNG, mau menguji extrim maneuver yg belum bisa/tidak bole langsung di kerjakan oleh N250
sebelum dituangkan dalam script/task card,....yg nanti applied/subject to N250 test item performance.
moncong yg didepan/menjorok ke depan itu adalah test probe, yang biasa dipasang PITOT TUBE dan ANGLE ATTACK DEVICE, gunanya untuk :
a) inflight calibration subject comparing to N250
b) menguji berbagai type Pitot and other speed sensor and angle sensor pada berbagai/berbeda requirement parameter/kurva/environment
(pokoknya intinya menguji atau sekaligus kalibrasi dari pada AIR DATA Item/Parameter).
Flight Test Division itu dibagi 4 section, dua diantaranya adalah 1 Calibration dan 2 Telemetry.
Jika materi uji tidak sedang dilakukan simulasi di "prototype", maka bisa saja "handling quality and simulation" itu dilakukan dipesawat lain.
Intinnya, kalau hanya mau menguji minor subject, kenapa harus menggunakan pesawat prototype yg sangat mahal itu.
The point is,"cost effective", and of course, "minimum risk".
Jika Soko Galeb harganya lebih murah dari "The Number One N250", and it's has an ejection seat, jadi bila ada apa-apa maka pilot bisa bail-out, dan kita tidak kehilangan pesawat berharga.
Selain sebagai Chaser nya N-250, Soko Galeb juga pernah mencetak pilot juga
Berhubung projeknya N 250 sudah berhenti maka tugas si Soko Galeb juga berhenti. dan sekarang masih bersanding di dalam hanggar bersama PK-XNG.
Sejalan dengan perkembangan, setelah proyek N250 diputuskan untuk di STOP oleh IMF (saat itu), maka semua rencana dari IPTN menjadi kacau termasuk penghentian pembelian spare part Soko Galeb, karena N250 menjadi queen of hangar.
Yang Fun Fact Dari Pesawat Ini adalah :
1.Tidak Berpresurasi
2.A Diffrent Side Beetwen Western And Eastern Mixed To One CMIIW
Eastern The Alttitude
Western The Airspeed
3.Dan juga satu satunya pengguna pesawat militer diluar militer yaitu Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar