Kamis, 26 April 2012

Kapal Selam JEPANG tercanggih pada PD II Ditemukan



HAWAII - Dua kapal selam Angkatan Laut (AL) Jepang yang pembawa pasukan Jepang untuk membombardir Pearl Harbor, Amerika Serikat (AS), pada 1945 ditemukan di dasar laut Hawaii.

Kapal selam masa Perang Dunia (PD) II itu menyisakan cerita. Pada 1945, dua kapal selam milik AL Jepang itu berhasil direbut AL AS. Setahun berikutnya, Uni Soviet menuntut hak kepemilikan atas dua kapal selam ini.



AS tidak rela jika dua armada perang berteknologi canggih ini jatuh ke tangan mantan sekutunya, Uni Soviet. Maka, dua kapal selam bersejarah ini pun ditenggelamkan ke dasar samudera.

Maret 2005, tim penelusur kapal yang berasal dari National Atmospheric Administration menemukan satu dari dua kapal yang sengaja ditenggelamkan, The Imperial Japanese Navy's I-401.
Tahun ini, tim yang sama berhasil menemukan "saudara" kapal I- 401, yakni I-201. Kapal ini dirakit untuk membawa pasukan AL Jepang yang bertolak ke kawasan pesisir AS lewat jalur bawah laut.



I-401 mampu mengangkut 800 kg bom yang diletakkan di hanggar. Jika perintah peluncuran bom telah diteriakkan komandan kapal, maka bom akan dilontarkan dari alat pelanting yang telah disiapkan di dek kapal. Selain itu, kapal ini dilengkapi dengan pelampung khusus, sehingga kapal dapat mengapung di atas air.

Hingga kini, Jepang masih berhasrat untuk memiliki kembali I-201. Kapal ini mampu mengapung di atas permukaan air, dan dapat melontarkan tikus-tikus berpenyakit dan insektisida pembawa wabah kolera, demam berdarah, dan tifus.



Koordinator pusaka maritim dari Marine Sanctuaries, Kepulauan Pasifik, Dr Hans Van Tillburg menyatakan bahwa I-201 tidak ada duanya pada masa Perang Dunia II.

"Kapal ini memiliki bentuk yang kokoh. Selain itu, kapal dilengkapi dengan menara yang menjulang, dan senjata yang dapat tertarik ke dalam dan terdorong ke luar secara otomatis," ujarnya.

Tillburg menambahkan, dengan bentuk dan kecanggihan yang dimiliki I-201, kapal ini selayaknya kapal selam Perang Dingin. Kapal superior I-201 mampu mengangkut 144 pasukan dan melakukan perjalanan bawah laut sejauh 37.000 mil. Kapal ini berukuran tiga kali lebih besar dibandingkan dengan kapal selam lain yang pernah berjaya pada masanya.

SEMOGA BERMANFAAT

KAPAL SELAM KRI NANGGALA-402 KEMBALI PERKUAT ARMADA TNI AL

Setelah selesai menjalani perbaikan dan perawatan total di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Enggineering, Korea Selatan, dan berlayar selama 17 hari, kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402 akhirnya tiba di dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Senin (6/2).

Kedatangan kapal selam kedua milik TNI AL ini disambut langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq bersama sejumlah anggota Komisi I DPR RI, Sekjen Kemhan RI Marsekal Madya TNI Eris Heryyanto, pejabat Mabes TNI, pejabat Mabesal, pejabat dari Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Korea Selatan, para perwira dan prajurit Koarmatim, serta sanak keluarga ABK kapal.
Sebelum merapat, KRI Nanggala-402 melintas di perairan Selat Madura di depan Dermaga Koarmatim serta para anak buah kapal melaksanakan peran Parade Rool guna memberi penghormatan. Dari dermaga, Korps Musik Lantamal V mengiringi dengan lagu Hymne Hiu Kencana yang dinyanyikan oleh anggota TNI AL dari Satuan Kapal Selam Koarmatim.
Guna menjalani overhaul, KRI Nanggala-402 yang dikomandani Letkol Laut (P) Purwanto dengan 35 awak kapal, bertolak dari tanah air pada sejak 9 Desember 2009 lalu, dan tiba di Korea Selatan pada 19 Desember 2009. Saat ini kapal selam buatan Jerman tahun 1978 yang bergabung di jajaran TNI AL pada 1981 tersebut telah menjalani perbaikan secara menyeluruh baik secara fisik, navigasi, serta system persenjataan.
Kapal selam KRI Nanggala-402 mengambil nama dari senjata pewayangan “Nanggala” dibuat oleh pabrikan Howaldtswerke, Kiel, Jerman tahun 1981 tipe U-209/1300. Kapal yang merupakan salah satu kapal selam andalan Indonesia ini memiliki berat 1.395 ton, dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Dengan mesin diesel elektrik mampu melaju dengan kecepatan kurang lebih 25 knot dan diawaki 35 anak buah kapal. Setelah overhaul KRI Nanggala-402  telah dilengkapi sonar teknologi terkini, dengan persenjataan mutakhir, antara lain torpedo, dan persenjataan lainnya. Sebelum overhaul KRI Nanggala-402 aktif melaksanakan berbagai misi dalam rangka penegakkan kedaulatan, hukum dan kemanan di laut, serta latihan yang digelar TNI AL. Pada latihan operasi laut gabungan tanggal 8 April s.d. 2 Mei 2004, KRI Nanggala-402 menunjukan kemampuan sebagai monster bawah laut dengan menembakkan torpedo dan berhasil menenggelamkan KRI Rakata yang dijadikan sebagai sasaran tembak pada latihan dimaksud.
Selain KRI Nanggala-4-2, TNI AL juga sebelumnya telah meningkatkan kemampuan KRI Cakra-401 dengan melaksanakanoverhoul di tempat yang sama Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan. Overhoul KRI Cakra-401 dilaksanakan mulai bulan Mei 2004 dan selesai tanggal 13 Februari 2006 dengan hasil optimal seperti layaknya kapal baru dengan kondisi awal mencapai 100 persen serta telah operasional hingga saat ini. Dengan kedatangan KRI Nanggala-402 selanjutnya siap melaksanakan misi untuk menegakkan kedaulatan, hukum dan keamanan di laut dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kapal selam merupakan senjata berdaya tangkal tinggi, karena karakternya yang sulit dideteksi dan mampu membawa berbagai jenis senjata, seperti torpedo, ranjau maupun peluru kendali. Bagi Indonesia memiliki dan mengoperasikan kapal selam akan memperkuat daya dan kekuatan tangkal (Deterrence effect). Sejarah peperangan laut membuktikan, bahwa hanya kapal selam yang mampu masuk dan menembus jantung pertahanan lawan. Kapal selam juga dapat menghancurkan center of grafity sebuah armada tempur, demikian juga sebaliknya dapat menjadi center of grafity Angkatan Laut.
Sementara itu Kasal Laksamana TNI Soeparno dalam sambutannya mengatakan bahwa perbaikan dan pemeliharaan KRI Nanggala-402 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tempur kapal sebagai kekuatan pemukul strategis TNI AL sekaligus merupakan salah satu bentuk modernisasi alutsista dalam mendukung tercapainya Minimum Essential Force (MEF) dan pembangunan kekuatan TNI AL. ”Dengan selesainya perbaikan dan pemeliharaan KRI Nanggala-402 kita patut bersyukur untuk selanjutnya diharapkan dapat dijaga dan dirawat sehingga tetap memiliki daya tangkal (deterrence) yang tinggi terhadap negara-negara tetangga di kawasan regional,” tegasnya.
Pada kesempatan ini, Kasal bersama anggota Komisi I DPR RI, para pejabat dan undangan lainnya juga melaksanakan peninjauan ke KRI Yos Sudarso-353 dan KRI Sultan Hasanudin-366 di dermaga yang sama. Selanjutnya, bertempat di lounge room “Mahapatih Majapahit” secara resmi dilaksanakan acara penyerahan KRI Nanggala-402 dari Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) yang diwakili oleh Asisten Logistik Kasal Laksamana Muda TNI Sru Handayanto kepada Pangalima Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim)Laksamana Muda TNI Ade Supandi, S.E., serta penyerahan maket KRI Nanggala-402 dari Kasal Laksamana TNI Soeparno Kepada Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq.
Acara diakhiri dengan press conference Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Sidiq beserta Kasal Laksamana TNI Soeparno yang dipandu oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati.
Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.